learning. writing. sharing. and i hope, motivating :)

Minggu, 15 Mei 2011

i called it love


semoga kedekatan yang erat diantara kita tak akan habis tergerus oleh waktu :)
- ♥ jaringan lembaga 2011 -


friendship will never end. i ♥ you all because Allah :)

Rabu, 04 Mei 2011

Secercah Rasa Syukur Pada-Nya

Limit tak hingga kupanjatkan padaMu,
senang, karena bisa saling memotivasi dan membuat orang lain tersenyum,
makasih Ya Rabb..
karena sudah mengizinkan saya sedikit berarti bagi orang-orang
dan lingkungan di sekitar saya berada

Tentang semua hal yang terjadi,
yang telah, sedang, atau bahkan yang akan kita lewati
tentang suara hati yang tak semua orang mengerti apa yang kita rasakan
hadapilah!

Allah sudah mengatur semuanya dengan indah,
jauh melebihi pikiran manusia yang masih amat dangkal ini

Cintai apapun yang kau miliki,
gunakan dengan baik kesempatan yang Allah berikan untuk kita

"Allah mengerti hatimu lebih dari yang kau ketahui,
Allah menjangkau pikiranmu lebih dari yang kau bayangkan,
Allah merancang kebahagianmu lebih dari rencanamu,
tentang hari kemarin yang telah terlewati
tentang hari ini yang sedang kita jalani
dan,
tentang esok dan esoknya lagi yang masih menjadi misteri,
tentang hidup yang hanya satu kali,
tentang mimpi di kemudian hari, raihlah!
selamat menjalani hari-hari dengan penuh kebermaknaan"

Senin, 25 April 2011

j'aime cette phrase

sekelumit rangkaian kata dalam kalimat dibawah ini
yang memotivasi saya,
dan semoga juga dapat memotivasi bagi siapapun yang membacanya :)

pernahkah kau memiliki niat untuk mengabdikan dirimu di sektor publik?
tapi kau mempunyai keterbatasan dalam menjalaninya,
kau punya cita-cita pribadi yang harus segera kau wujudkan,
kau punya serentetan target yang harus segera direalisasikan,

pada dasarnya ketika berbicara tentang sektor publik,
ketika kau ingin masuk di dalamnya,
maka konsekuensi logisnya adalah..

siap untuk memperkecil proporsi waktumu untuk dirimu sendiri,
dan terlebih kau siap untuk memperbesar proporsi waktumu untuk
orang lain dan lingkungan di sekitarmu

sederhana.
kau hanya cukup menempatkan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi

berpikir idealis.
kau dapat menjalankan dan meraih kedua-duanya
baik target-target pribadi maupun tujuan bersama

bertindak realistis.
jangan sempitkan paradigma, bahwa ada yang harus dikorbankan
dengan itikad yang baik dan niat ikhlas hanya untuk meraih ridhoNya
keduanya bukanlah sebuah tradeoff
hasil = f (proses)

selamat bermimpi,
ya. siapapun dari kita harus punya mimpi.
mimpi di saat ini, namun namanya akan berubah tergerus waktu.

dan kuberi nama baru kepada si mimpi,
nama barumu adalah si kenyataan di masa depan,
selamat menjalani hari-hari dengan penuh kebermanfaatan,
menjadikan mimpi tersebut menjadi sebuah kenyataan..

Selasa, 30 November 2010

bertahap. dan ku mulai mengerti. perjalanan hidup.

semu.
remang.
tak berbentuk.

deskripsi hidup manusia
hanya sementara
di dunia yang tidak abadi

ketika bayi
perlahan,
melihat dunia dengan kedua mataku
anugerah-Nya yang tak ternilai harganya

ketika usia balita
perlahan,
merangkak, terjatuh, merangkak lagi, dan terjatuh lagi
hingga akhirnya aku bisa berjalan kian hari kian tegak

ketika usia kanak-kanak
perlahan,
mengenal kata 'teman' dalam hidupku
mengenal bahwa manusia adalah makhluk sosial

mengenal tulisan
satu huruf. satu suku kata. satu kata.
ku baca tertatih
ku dapat satu rangkaian kalimat.
tatihan itu kian berkurang
hingga akhirnya, satu paragraf, bahkan sebuah cerpen!
rampung ku baca dengan semakin lancar tanpa tersendat

ketika itu, perlahan..
ku mulai mengenal apa itu arti 'cinta'
cinta anak kecil yang dulu pernah ku rasakan
sekelebat. seketika.

ketika beranjak remaja
dulu aku hanya mengenal kata 'teman'
dan kini ku mengenal yang lebih dari sekedar teman. sahabat.
dulu aku hanya mengenal apa arti 'cinta'
sekelebat dan seketika, namun kini cinta itu kian dalam
terhadap Sang Pencipta, kedua orang tua, keluarga, sahabat, dan teman-temanku

atas nama seorang kakak
aku ingin menjadi contoh yang baik
untuk adik semata wayangku.

atas nama seorang anak
aku ingin berbakti
kepada kedua orang tuaku.

ketika usia remaja
perlahan,
ku merantau ke kota sebrang
bukan merantau sebenarnya,
hanya karena rumahku terbilang jauh dari sekolah baruku ini

4P
-pergi pagi pulang petang-
ayah.
selalu setia mengantar dan menjemputku sampai gerbang sekolah

perlahan,
kuhadapi masa transisi
lingkungan homogen, menjadi heterogen disini
kudapatkan hal yang tak akan didapatkan di bangku sekolah
keluarga kedua, cita-cita, yang tak hanya bisa diraih karena nilai sempurna di raport
ku berteman dengan banyak orang
juga menemukan berbagai macam cita-cita yang menyertai mereka

dan kini..
ketika beranjak dewasa
perlahan,
kutemukan apa itu arti hidup

disini,
kurasakan bahagia sekaligus sakit.
ketika pernah ku tersenyum hampir setiap waktu.
namun senyum itu perlahan pudar.
ketika ada yang menyakitiku dari belakang.
itulah hidup..

ketika sebagian dari kita
pernah merasakan sakit, lalu kita terjatuh
namun janganlah lelah, untuk bangkit dan berdiri (lagi)
'tidak penting berapa kali kita gagal dan terjatuh, karena yang terpenting adalah seberapa sering kita bangkit dari kegagalan itu'

bahwa teman..
lebih dari sekedar kesetiaan. suka. maupun duka. bersama. tak ada kata putus.
bahwa cinta..
tak hanya sekelebat dan seketika
cintaku dalam. kepada-Nya. ibu. ayah. semua keluargaku. sahabat dan teman-temanku.
serta semua saudaraku sesama muslim.
cinta adalah doa.
ketika seorang teman ibuku bertanya kepada ibuku:
"anak ibu masih diantar-jemput tiap hari sama ayahnya? oh, dikirain sudah punya pacar.."
spontan, itu membuatku terdiam.
bahwa suatu saat nanti, aku tidak akan lagi diantar oleh ayahku sampai gerbang kampus.
bahwa suatu saat nanti, aku akan hidup terpisah dengan kedua orang tuaku.
bahwa suatu saat nanti, aku bukan lagi dituntun. melainkan menuntun.
curahan hati dan doa kupanjatkan pada-Nya.
semoga Allah menjadikanku wanita sholehah yang pantas mendapatkan pasangan hidup yang sholeh, yang menjadi imam yang baik di dalam sebuah keluarga kecilku nanti. di saat yang tepat.
jagalah dia ya Rabb, jika Kau berkenan bahwa dia yang akan menjadi pendamping hidupku kelak..
insya Allah, semua indah pada waktunya :)

bahwa hidup adalah bertahap.
bahwa kau, aku, dan kita akan mengerti
perjalanan hidup terkadang tak mudah.
tapi mengertilah, walaupun kadang memang tak terlihat dan tak disadari
selalu ada hikmah dibalik semua suka-duka yang terjadi dalam episode kisah hidup seorang manusia. siapapun dari kita..

Selasa, 22 September 2009

Skenario Indah dari-Nya..

Disini saya mau ceritain perjalanan singkat sewaktu saya jadi siswi di SDN Karsawinaya Cimahi, SMPN 1 Cimahi, SMAN 3 Bandung sampe saat ini yang Alhamdulillah udah jadi mahasiswi FE Unpad jurusan ESP/ IESP/ Ekbang/ Ilmu Ekonomi, hha c:

Flash back ya, waktu kecil saya pengeeeeen banget jadi dokter (*kayak lagunya Susan aja ya :: cita-citaku kepingin jadi dokter, hhe). Pas SD, saya pernah jadi dokcil (dokter kecil), makin membara aja tuh semangat pengen jadi dokter. Kalo ada temen yang sakit, dibawa ke UKS, trus dibikinin teh anget (*uwow, jadi nostalgila :), trus dikasih obat sesuai dy sakit apa (ya iyalah!! hha), trus ditungguin ampe dy sembuh dan balik lagi ke kelas atau nelponin orang tuanya dan nungguin dy sampe dijemput.

Pas SMP, saya masih pengen juga jadi dokter. Alasannya kenapa? Pertama (yakin deh, banyak orang yg berpikiran sama..), jadi dokter itu bisa nolong banyak orang. Suatu pekerjaan yang sangat mulia. Yang sakit, kita obatin biar bisa sembuh, biar bisa sehat lagi. Trus, kita bisa nabung pahala buat di akhirat, apalagi kalo jadi dokter yang mengabdi dengan hati & bener2 tulus dlm menangani pasiennya. Kedua, karena di keluarga saya belum ada yang jadi dokter. Ketiga, karena Alhamdulillah, kedua orang tua pun sangat 'nyupport' ke saya untuk kelak jadi dokter.



Kurang apalagi coba? Ridha Allah pun insya Allah, kan ridha Allah tergantung pd ridha orang tua jg kan ya. Brarti tinggal sayanya aja harus belajar dengan giat biar bisa masuk SMA favorit & ntarnya bisa masuk Kedokteran Unpad (*waktu SMP, saya mah belum tau ITB dan yang lainnya. Waah, sebut merk nih. Maklum, saya SMP-nya di Cimahi. Cimahi kan Bandung coret. Jadi belum tau macem2 perguruan tinggi. **loh, terus knapa? hahaha :p ).

Trus, waktu kelas 3 SMP tibalah saatnya psikotes pertama saya. Hasilnya, kedokteran di peringkat pertama & akuntansi di peringkat kedua. Nah, disini saya baru 'melirik' yg lain selain kedokteran, yaitu akuntansi itu. Ahaha, ya iyalah saya lirik, wong dari hasil psikotes pilihan yang keduanya akuntansi ya toh. Setelah itu, saya makin penasaran aja sama akuntansi. Saya nanya ke orang2, apa sih akun? kerjaanya ntar ngapain aja? Setelah nyari tau, ooooh gitu toh (*ga usah dijelasin lagi lah ya, anggep aja kita semua udah sama2 ngerti, hehehe :p ), iya2. Kebetulan saya juga emang suka ama pelajaran itung2an, contohnya pelajaran matematika bab aritmatika sosial kalo di SMP mah, nice :)

Beberapa waktu setelah psikotes itu, orientasi saya juga makin berkembang aja ga hanya minat ke kedokteran. SMA :: Widiiiiih, baru aja seminggu belajar di SMA, udah ada tes2an lagi. Tes psikotes maksudnya. Ini psikotes kedua saya. Katanya mah, ini teh buat nentuin jurusan kita pas ntar kelas 2, IPA/IPS. Hasilnya pun sama!! Kedokteran pertama, akuntansi kedua. Intinya, dari hasil psikotes itu saya disaranin untuk masuk jurusan IPA.



Iya sih, setelah share ama mama-papa saya, inilah kesimpulan yang saya tarik :: "ambil IPA aja. Kalo dari IPA, gampang ke IPS-nya. Tapi kalo dari IPS, rada2 susah buat ngejar materi2 IPA." (*bener ga? pd setuju kan..:). Yap, waktu kenaikan kelas, saya pun ngambil jurusan IPA. Di kelas 2 awal, keinginan saya untuk jadi dokter masih lebih dominan ketimbang jadi akuntan (*apalagi, saya kan di IPA belajarnya). Yaa, saya jalanin aja berbagai pelajaran2 IPA di sekolah **especially MAFIKIBI. hmm yummy, makanan sehari-hari banget itu mah :p

Selama setaun saya di kelas 2, ko' saya mulai ngerasa kurang enjoy ya dengan makhluk bernama mafikibi itu, hhee :P.Terlebih karena saya mah emang bukan teknik oriented (seperti kebanyakan teman2 saya yg ingin melanjutkan studinya ke ITB).

Di kelas 3 awal, saya bener2 kayak dibukain jalan untuk mengenal apa sih itu dunia ekonomi lebih
dalem lagi. Krisis ekonomi global yg lagi jadi hotnews dimana-mana, bener2 bikin saya gemes :DD. Pengeeen banget saya teh berkontribusi untuk turut memperbaiki perekonomian, khususnya di Indonesia *my lovely city :: eh salah, country deng :P . Apalagi saya teh sangat amat ter-inspirasi oleh sosok Ibu Sri Mulyani yang saat itu (dan masih sampe sekarang) menjabat sbg Menteri Keuangan RI sekaligus Menko Perekonomian RI.

Disini saya makin keluar jalur aja nih dari yg namanya IPA, apalagi fisika!! Beuuuh, rada sensi jg nih saya ngedengernya. Mungkin di satu sisi usaha saya buat belajar fisika masih kurang/ paradigma saya tentang fisika udah negatif, uwow!! Jangan dicontoh ya, sebenernya mah kalo kitanya mau & niat dari hati, apa sih yg ga bisa? IMPOSSIBLE :: tambahin apostrop dan spasi, jadi :: I'M POSSIBLE !! :)) yes, we can do anything, loh..

Makin hari, saya baru sadar aja, kalo seharusnya tempat saya bukan disini, bukan di IPA. Kelas 3 SMA nih, pasti dong lagi jaman2nya banyak yang nanya :: mau lanjut kuliah dimana? (*iya kan iya kan? hayoh ngaku!! hahaha :p **kita yg sekarang udah lulus SMA pasti pernah ngalamin masa2 ini kan ya?)

dgn PD-nya saya ngejawab :: saya mau ngelanjutin ke STAN/Akun UI/Ekonomi UI/Akun Unpad/Ekonomi Unpad (*widiiih, banyak bener ya? ahaha, dasar saya, pokonya waktu saya kelas 3 saya nyoba ujian masuk selain snmptn, ex: USM STAN & UMB UI, tapi, belum jodohnya disitu, ahaha :p )
dan dgn siyoknya, temen2 dan orang2 pasti nanya lagi ke saya :: loh, bukannya hani teh IPA ya? sayang atuh..
dan saya jawab lagi aja :: ahaha, dulu kan waktu kelas 2 cita2nya hani masih pengen jadi dokter, jadi aja hani masuk IPA. tapi sekarang udah kagak lagi, sekarang hani tertarik banget ama yang namanya ekonomi..

Akhirnya, saya belajar IPA (mafikibi dan kawan2nya) untuk lulus UN SMA yg notabene saya adalah murid SMA jurusan IPA. Setelah UN, saya istikharah & alhamdulillah diberi petunjuk ama keyakinan dr Allah untuk mengambil suatu keputusan. Suatu keputusan yg cukup kontroversial *diliat dr respon orang2, hhe :: saya ngambil les intensif SNMPTN IPS.

uwooow, yg pro bilang :: smoga itu yg terbaik ya han!! kan emang lebih bagus kalo kita fokus ke 1 hal..
yg kontra bilang :: han, sayang ih, 2 taun belajar di IPA, knapa atuh snmptn ips? knapa ga IPC..?

hanya sekitar 1,5 bulan saya mengejar materi IPS yg lazimnya dipelajarin 2taun di sekolah normal, tapi saya amat sangat menikmatinya :))
Syukur Alhamdulillah, makasih ya Allah, hani masih diberi kesempatan untuk menjalani sesuatu yg hani sukai dan jalani dgn sepenuh hati, walaupun dalam waktu yg singkat ini.

dan dgn skenario indah dari-Nya,
Alhamdulillah hani diterima di ESP FE Unpad via snmptn.
walaupun ini pilihan kedua di snmptn, tp hani ngerasa ini sungguh luar biasa!!
hani, disini, saat ini, dan untuk 3-4 taun kedepan, insya Allah ini adalah tempat yg tepat buat mengejar cita2, apalagi bisa berada dilingkungan yg kerasa banget kekeluargaannya :)
terimakasih ya Allah, mama-papa, smua keluarga, guru2, sahabat2, dan semua temen2, akang2, teteh2 di sma, edulab, GO & of course keluarga barunya hani & keluarga kita semua :: ESP, WE ARE ONE !!



Minggu, 13 September 2009

Longing..

When we sleep outside
We long for the warmth of our room
Where we lie and loaf around

When we are in neighboring city
We long for our family
Where we share feeling and story

When we work in other city
We long for the atmosphere of our village
Where we chat with our friends

When we are in neighboring country
We long for our fatherland
Where we were born and grown-up

When we are in other continent
We long for our country
Where we speak our mother tongue

When we walk on the moon
We long for our earth
Where we breathe freely

And when we are in this universe
Do we long for our God,
Where we and everything come from?

Cinta..

Tuhan...
Saat aku menyukai seorang teman
Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

Tuhan...
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukanlah aku kepada yang rindu cinta Sejati-Mu
Agar kerinduanku pada-Mu semakin menjadi

Tuhan...
Jika aku hendak mencintai seseorang
Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu

Tuhan...
Ketika aku sedang jatuh cinta
Jagalah cinta itu
Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Tuhan...
Ketika aku berucap cinta pada-Mu
Biarlah kukatakan kepada yang hatinya terpaut pada-Mu
Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu

Sebagaimana orang bijak berucap...
Mencintai seseorang bukanlah apa-apa
Dicintai seseorang adalah sesuatu
Dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berarti
Tapi, dicintai oleh Sang Pencinta adalah segalanya..